Sarang Ikan-Ikan Aneh dan Udang Raksasa

Jumat, 10 Maret 2017

Mariana Trench atau Palung Mariana adalah perairan yang terdalam di dunia. Lokasinya berada di barat Samudera Pasifik sampai ke timur Pulau Mariana. Palung ini memiliki panjang 2.550 kilometer dan lebar 63 kilometer. 
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/


Kedalamannya mencapai maksimal 10.994 meter, di spot yang diberi nama Challenger Deep, di sisi selatan. Meski begitu, ada juga yang menyebut kedalaman palung ini mencapai 11.000 meter. 

Begitu dalamnya sampai-sampai tekanan air di dasarnya sangat tinggi. Tim peneliti dari Oceanlab Universitas Aberdeen, Skotlandia, yang baru-baru ini meneliti di perairan itu, menyebutkan tekanan air yang setara dengan himpitan 1.600 ekor gajah yang berdiri di atap sebuah mobil kecil.  

Sedangkan temperaturnya mendekati nol derajat celcius. 

Anehnya, meski terbilang sebagai bagian bumi yang terdalam, Palung Mariana bukanlah dasar laut yang paling dekat ke inti Bumi. Yang terdekat adalah dasar Samudera Antartika, yang kedalamannya mencapai 13 kilometer. 

Studi teranyar di sana dilakukan oleh profesor biologi dari Whitman College Paul Yancey dan mahasiswa Anna Downing serta Chloe Weinstock serta tim peneliti internasional.

BACA JUGA : DAFTAR IDN POKER

Mereka terdiri dari ahli biologi kelautan, geolog, ahli mikrobiologi, dan ahli genetika, termasuk ahli dari Oceanlab Universitas Aberdeen, Skotlandia. Mereka melakukan penelitian dari kapal riset Falkor, milik Schmidt Ocean Institute.

Tim itu menyelesaikan sejumlah misi penyelaman untuk mengambil sampel dari laut terdalam (antara 5.000 meter-10.600 meter), sampai merekam makhluk apa saja yang terdapat di perairan yang temperaturnya nyaris beku, sangat gelap, dan tekanan airnya sangat besar itu.  

Penelitian besar ini memanfaatkan lima kapal pendarat robotika, Hadal-Lander, yang melakukan eksplorasi di kedalaman 5.000-10.600 meter. Alih-alih fokus pada soal ekologi belaka, para ahli itu justru ingin menemukan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara kehidupan dan proses geologis di sana. 

Penemuan mereka akan membantu menemukan jawaban atas eksplorasi di bagian bumi yang terbesar tapi habitatnya baru sedikit yang tereksplorasi. Termasuk pertanyaan soal organisme apa yang hidup di sana dan bagaimana mereka beradaptasi terhadap kondisi yang ekstrim. Juga, seberapa banyak karbon dari atmosfir mencapai daerah itu dan apakah mempengaruhi rantai makanan di sana. 

Selain menemukan ikan aneh berkepala seperti anjing, berbadan transparan, bersirip seperti sayap, dan buntut seperti belut, mereka juga mengangkat sampel batu terdalam di lautan. 

Ternyata batu itu mewakili sisa letusan vulkanis dari gunung api di Pulau Mariana. Batu ini akan memberikan informasi yang signifikan mengenai sistem geologi di Palung Mariana. 

Secara geologis Palung Mariana adalah bagian dari sistem subduksi Izu-Bonin-Mariana, yang membentuk perbatasan antara dua lempeng tektonik: Lempeng Pasifik dan Lempeng Mariana. 
More aboutSarang Ikan-Ikan Aneh dan Udang Raksasa

Lautan yang Terdalam yang ada di Dunia

Bagian terdalam dari laut disebut juga palung. Bisa disimpulkan bahwa palung adalah jurang yang terletak di dasar laut. Palung yang paling dalam di belahan bumi adalah palung Mariana, yang berlokasi di barat laut Samudera Pasifik dan sebelah timur Pulau Mariana, tepatnya berada di Kedalaman Challenger atau biasa disebut Challenger Deep yang memiliki kedalaman 10.911 meter. Berikut ini 3 laut terdalam di dunia versi Puncak Dunia.

1. Pacific Ocean 10,923 m (35,837 ft) Challenger Deep, Mariana Trench
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Mariana Trench, Pacific Ocean

Mariana Trench (Marianas Trench) adalah titik terdalam yang ada di planet bumi yang di ketahui sampai saat ini. Palung Mariana merupakan bagian terdalam pada lautan. Palung ini berada di kawasan sebelah barat dari Samudera Pasifik dan sebelah timur dari Pulau Mariana.  Pertama kali diteliti pada tahun 1951 oleh kapal Angkatan Laut Britania, Challenger II, yang memberikan nama titik terdalam dari palung tersebut yaitu Kedalaman Challenger. Dengan menggunakan gema suara, Challenger II mengukur kedalaman palung ini sedalam 5.960 fathom (10.900 m) pada 11° 19′ U, 142° 15′ T. Penyuaraan ini diulang berkali-kali menggunakan ‘earphone’ untuk mendengar sinyal yang kembali ketika ‘stylus’ melewati skala kedalaman ‘graduated’.  Di dasar Palung Mariana, air memberikan tekanan sebesar 1.086 bar (108 MPa atau 15.751 psi).

BACA JUGA : DAFTAR IDN POKER

Palung Mariana yang merupakan lokasi terdalam di dunia menyimpan sejuta misteri. Termasuk makhluk-makhluk unik yang dapat bertahan dalam kondisi ekstrim di laut terdalam. Palung Mariana terletak di Samudera Pasifik, sebelah timur Kepulauan Mariana, tepatnya dengan koordinat 11° 21′ Utara latitude dan 142° 12′ Timur longitude, juga dekat Jepang. Palung Mariana merupakan  merupakan lokasi yang terdalam di dunia. Kedalaman palung Mariana sendiri adalah 11.033 meter, sementara tekanan di bagian terdalam palung tersebut mencapai 8 ton per inci persegi. Sementara itu, panjang palung Mariana adalah sebesar 2,542 km dengan lebar 69 km. Kedalaman laut dengan tekanan luar biasa tinggi ini awalnya dianggap hanya dihuni oleh spesies primitif, namun penemuan belakangan ini menunjukkan bahwa di dalam laut terdalam terdapat banyak spesies yang bahkan belum bisa diidentifikasi. Beberapa merupakan makhluk yang ukurannya kecil, namun mereka bisa bertahan dalam kondisi lingkungan yang paling ekstrim.

2. Atlantic Ocean 8.648 m (28.373 kaki) Milwaukee Deep, Palung Puerto Rico
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Puerto Rico Trench, Atlantic Ocean

Samudera Atlantik merupakan samudera terluas kedua. Luas samudera ini, tidak termasuk laut-laut yang berbatasan dengannya, adalah 82.440.000 km2. Jika ditambah dengan laut-laut yang berbatasan dengannya maka luasnya menjadi 106.460.000 km2. Kedalaman rata-rata Samudera Atlantik adalah 3.300 meter dengan bagian yang terdalam, yaitu Palung Puerto Rico, mencapai 8.380 meter.  Milwaukee, juga dikenal sebagai Milwaukee yang dalam, adalah bagian lebih dalam dari Samudra Atlantik dan Palung Puerto Riko, mempunyai kedalaman 27.493 kaki. Hanya 84 mil dari wilayah barat laut menuju pantai Puerto Riko.

Palung Puerto Rico adalah parit samudra yang terletak di perbatasan antara Laut Karibia dan Samudera Atlantik. Parit ini dihubungkan dengan perubahan multifaset antar daerah dengan daerah subduksi di sepanjang selatan pulau Lesser Antilles, berada di perbatasan barat di antara Kuba dan Hispaniola melalui Palung Cayman ke pantai Amerika Tengah. Puerto Rico bersama Miami, dan Bermuda  merupakan kawasan yang menghubungkan  titik-titik imajiner yang dikenal dengan segitiga Bermuda Atlantik atau segitiga setan. Misteri yang terjadi di kawasan ini tentunya sudah tak terhitung. Banyak sekali pesawat dan kapal hilang sia-sia saat melintasinya. Pencarian pun seolah tak membawa hasil. Berbagai spekulasi muncul tentang fenomena ini. Ada yang bilang pesawat dan kapal itu masuk dalam lubang hitam raksasa di lautan, masuk dimensi lain atau ditangkap oleh alien.

3. Samudera Hindia 7.258 m (23.812 ft) Palung Jawa
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Java Trench, Hindia Ocean

Sebelumnya dikenal sebagai Palung Sunda, dan kadang-kadang masih ditentukan sebagai Palung Jawa, yang terletak di timur laut Samudera Hindia, dengan luas 2.600 km dan kedalaman maksimal 7.725 meter, adalah titik terdalam dari Samudera Hindia. Ini membentang dari Kepulauan Jawa tapi lebih kecil, sampai pantai selatan Sumatra di pulau Andaman, sekitar 300 km lepas pantai Jawa dan Sumatra, dan membentuk perbatasan antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Palung Jawa  terbentuk diantara lempeng Indo-Australia dengan lempeng Eurasia yang saling mendekat. Di bagian selatan palung ini merupakan bagian dari suatu dangkalan yang dikenal sebagai Dangkalan Indo-Australia, yang terbentuk di bagian dalam samudera di sebelah selatan India dan Australia, dan membentuk pecahan antara Antartika dan Australia. Pergerakan dangkalan ini ke arah utara terus berlangsung sampai sekarang dengan laju 6 cm/tahun. Pergerakan ini mendesak Dangkalan Sunda dimana Asia Tenggara berada, dan selama berjuta-juta tahun daya yang dihasilkan oleh gerakan ini melipat lapisan-lapisan sedimen tua membentuk deretan pegunungan.
More aboutLautan yang Terdalam yang ada di Dunia

Munculnya Suara Aneh dari Dasar Laut

Banyak orang mengira laut dalam adalah tempat yang tenang dan sepi. Kenyataannya justru sebaliknya. Riset di Palung Mariana, Filipina, yang berdekatan dengan Samudra Pasifik bagian barat menunjukkan adanya beragam suara, baik alami maupun buatan manusia. 
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com


Selama tiga pekan, tim peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Oregon State University, dan Penjaga Pantai Amerika Serikat “menguping” lingkungan laut dalam di tempat terdalam di lautan itu. Mereka mengirim hidrofon—semacam mikrofon bawah laut—yang dibungkus wadah titanium ke Ceruk Challenger, titik terdalam di Palung Mariana yang jaraknya hampir sebelas kilometer dari permukaan laut. 

Alih-alih mendapati kesunyian seperti yang diduga sebelumnya, para peneliti justru mendapatkan rekaman mengejutkan. Mereka mendengar beragam suara, dari kertak gempa bumi, lenguhan paus baleen, gemuruh topan kategori 4, hingga deru baling-baling kapal kargo. 

“Ada banyak kegaduhan yang terjadi secara konstan baik alami maupun buatan manusia,” kata Robert Dziak, ahli oseanografi dan peneliti kepala NOAA, dalam rilis dari Oregon State University.

BACA JUGA : DAFTAR IDN POKER

Dziak mengatakan gemuruh di Ceruk Challenger didominasi gemuruh gempa bumi, lenguhan khas paus baleen, dan suara topan besar. Suara kapal laut juga terekam. “Bisa diidentifikasi dari pola suara jernih yang muncul dari putaran baling-baling saat kapal melintas,” katanya. 

Tidak mudah untuk menguping suara kondisi di sekitar Ceruk Challenger. Tempat itu sangat dalam. Jika Gunung Everest—gunung tertinggi di dunia—yang menjulang 8,8 kilometer bisa diletakkan di sana, masih tersisa jarak lebih dari satu setengah kilometer antara puncaknya dan permukaan laut. 

Menurut Haru Matsumoto, insinyur dari Oregon University yang ikut membangun hidrofon, tekanan di tempat sedalam itu luar biasa. Di permukaan bumi, tekanan atmosfer berkisar 14,7 pon per inci persegi (PSI) atau setara 6,7 kilogram. Di Palung Mariana, tekanan bisa lebih dari 16 ribu PSI (sekitar 7.250 kilogram). 

“Kami belum pernah meletakkan hidrofon di kedalaman lebih dari satu setengah kilometer,” kata Matsumoto. “Memasang instrumen di kedalaman sebelas kilometer jelas sangat sulit.”

Agar tak rusak akibat tekanan tinggi, hidrofon diturunkan perlahan. Kecepatannya tak lebih dari lima meter per detik. “Struktur tidak bisa menghadapi perubahan cepat, dan kami khawatir lapisan keramik pembungkusnya retak,” kata Matsumoto. Diperlukan sekitar enam jam untuk alat ini tiba di dasar Palung Mariana. 

Studi suara di Ceruk Challenger ini bagian dari riset besar untuk mengetahui seberapa riuh perairan dalam Samudra Pasifik. Para ahli berpendapat suara antropogenik atau yang dibuat oleh manusia yang terdengar di perairan dalam meningkat drastis dalam beberapa dekade terakhir. 

Studi yang dibuat Matthew K. Pine dari Institute of Marine Science, Auckland, Selandia Baru, yang dimuat di jurnal New Zealand Acoustics, menyebutkan di laut dalam suara di bawah level 100 hertz yang dihasilkan motor kapal meningkat hingga 15 desibel sejak 1960.

Kebanyakan suara kapal yang merambat di dalam air berfrekuensi rendah di bawah 300 hertz. Kapal kargo yang melaju dengan kecepatan 30 kilometer per jam memicu kebisingan 150 desibel pada frekuensi 10 hertz atau 180 desibel pada rentang 200-500 hertz. 

Frekuensi kebisingan yang dihasilkan peralatan manusia itu beririsan dengan suara yang dibuat oleh hewan laut, seperti paus, lumba-lumba, dan krustasea, dengan rentang 20-200 hertz. Penghuni laut ini menggunakan suara untuk navigasi, mengenali kelompoknya, hingga berburu. Ada kemungkinan kebisingan dari peralatan manusia mengganggu kemampuan para hewan itu untuk mengenali suara-suara dari kerabat dan lingkungannya. 

More aboutMunculnya Suara Aneh dari Dasar Laut

Jejak Misteri di Bawah Laut Part 2

Lanjutan dari Jejak misteri bawah laut part 2 akan dibahas pada artikel ini. Sampai saat ini, misteri di bawah laut masih menjadi misteri yang besar dan belum ada seorang pun yang sanggup untuk mengungkapkannya..

Misteri bawah laut seperti kejadian aneh dan peristiwa yang terjadi di laut akan kami rangkum untuk menambah wawasan anda, atau mungkin anda ingin menjadi orang yang pertama memecahkan misteri yang terjadi di laut berikut ini.

Atlantis Jepang
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/


Negeri matahari terbit ternyata punya juga punya atlantis. Tahun 1986 seorang penyelam lokal menemukan reruntuhan kastil dengan lima candi di Yonaguni Jima, sebuah pulau di bagian selatan Jepang. Beberapa orang percaya bahwa reruntuhan tersebut terkubur dalam di lautan karena gempa bumi yang dahsyat

Fenomena Laut Susu
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/

Sejumlah nelayan pernah melaporkan keadaan dimana laut tiba-tiba berubah warna menjadi putih, pucat, dan bercahaya. Para peneliti memang telah menemukan bahwa sejumlah bakteria di lautan akan bercahaya untuk menarik ikan calon inang mereka. Akan tetapi hingga sekarang peneliti masih belum mengetahui apa alasan mengapa tiba-tiba triliunan bakteri itu bercahaya di lautan. 

Bekas Apollo 11
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/

Pada bulan Maret 2013, CEO Amazon Jeff Bezos tampaknya memutuskan bahwa sudah waktunya untuk melakukan sesuatu yang benar-benar gila. Dan benar saja, ia pun memutuskan untuk mencari pesawat lepas landas Apollo 11 yang dulunya digunakan untuk pergi ke luar angkasa.

BACA JUGA : DAFTAR IDN POKER

Dan benar saja, rongsokan itu telah berbaring di dasar laut sejak diluncurkan kerajinan pada tahun 1969. Artefak zaman modern itu ditemukan secara rahasia, dan tetap tertutup sampai mereka bisa diidentifikasi secara positif sebagai dari penerbangan legendaris. Kedua mesin dan bagian yang ditemukan saat ini sedang dipulihkan sebelum mereka akan dipajang di Kansas Cosmosphere dan Space Center.


Mariana Trench Mystery Shark
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/

Palung Mariana adalah palung yang paling dalam yang pernah diketahui. Pada saat meneliti kehidupan bawah laut di titik paling dalam Suruga Bay, ilmuwan Jepang menaruh umpan untuk menarik perhatian makhluk laut. Sesuatu hal yang tidak mereka duga adalah hiu dengan ukuran kurang lebih 30 kaki akan muncul. Beberapa diantaranya mengatakan bahwa hiu itu adalah Hiu Sleeper Pasifik terbesar yang pernah ditemukan. Namun, beberapa diantara mereka juga mengatakan hal ini adalah bukti bahwa ikan zaman purba Megalodon masih ada.

Insiden di Shag Harbour
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/

Sebuah UFO yang lampunya berkedip-kedip disaksikan orang jatuh di perairan Shag Harbour, Nova Scotia, Kanada. Laporan itu diselidiki oleh polisi sipil Kanada dan juga militer dari instansi Pemerintah Kanada dan Komite AS. Meski penyelidikan dan pencarian berlangsung amat intens, tidak ada satu pun bukti atau jejak-jejak UFO yang pernah ditemukan.

Segitiga Bermuda
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/

Segitiga bermuda atau biasa juga disebut segitiga setan adalah sebuah wilayah lautan yang sangat terkenal akan kemisteriusannya. Terletak di Samudra Atlantik, lautan ini mengandung misteri yang sangat luar biasa terkenal. Beberapa diantaranya adalah menghilangnya kapal dan pesawat secara tiba-tiba di daerah ini dan sering dikaitkan dengan adanya aktivitas alien serta makhluk-makhluk mitologi dan juga berhubungan tentang adanya gerbang menuju dunia lain. Diketahui pula terdapat adanya piramid raksasa yang mungkin lebih besar dari piramid di Mesir. Beberapa penjelasan hilangnya kapal dan pesawat di daerah ini adalah muatan berlebihan, gas methana dan pusaran air, gempa laut serta gelombang besar, gravitasi, adanya pangkalan UFO, serta adanya lorong waktu.
More aboutJejak Misteri di Bawah Laut Part 2

Jejak Misteri Bawah Laut Part 1

Di dunia ini memang banyak sekali misteri yang belum terpercahkan, bahkan sampai menimbulkan spekulasi dan pertanyaan yang membuat orang awam seperti kita terheran-heran tentang fenomena yang terjadi.

Di kedalaman laut yang paling dalam yang jarang sekali di jamah oleh manusia membuat banyak fenomena yang terjadi di dalamnya karena sulitnya para ilmuan untuk meneliti fenomena yang terjadi.  Berdasarkan riset terakhir, hanya 5 % saja bagaian laut yang telah terjamah manusia, bahkan untuk menjelajah laut yang paling dalam lebih sulit daripada melakukan perjalanan luar angkasa.

Misteri bawah laut seperti kejadian aneh dan peristiwa yang terjadi di laut akan kami rangkum untuk menambah wawasan anda, atau mungkin anda ingin menjadi orang yang pertama memecahkan misteri yang terjadi di laut berikut ini.

Bakteri zaman Dinosaurus
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Banyak orang yang masih mempertanyakan keberadaan Dinosaurus sebagai hewan punah yang pernah hidup di bumi ini. Namun apa yang telah para peneliti ini temukan mungkin akan sedikit banyak mengejutkan siapapun yang mengetahuinya.
Yah, pada tahun 2012 lalu, mikroba dari era Dinosaurus ditemukan di dalam air laut yang sangat dalam sekali. Namun tentu mereka tak lagi hidup akibat tak mampu mempertahankan metabolisme di dalam air. Selain itu, mikroba ini pun sangat tersembunyi dan sudah ada sejak 86 juta tahun lamanya. Percaya atau tidak ?

Baltic Anomaly
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Baltic anomaly adalah benda yang masih misterius dan belum teridentifikasi benda apakah itu. Benda ini ditemukan di Laut Baltic, beberapa orang mengatakan bahwa benda tersebut adalah artefak yang berasal dari zaman es atau merupakan alat anti-kapal selam milik NAZI. Anehnya alat-alat elektronik akan secara tiba-tiba berhenti berfungsi apabila berada 650 kaki (200 m) dari benda ini dan terdapat sinyal radio yang kuat yang berasal dari benda aneh ini.

BACA JUGA : DAFTAR IDN POKER

Bakteri Lantai Bawah Laut
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Kalian mungkin berpikir bahwa hewan mana yang dapat hidup di lantai bawah laut yang paling dasar. Namun, baru-baru ini ilmuwan menemukan bakteri yang hidup di kedalaman 1,000 kaki di kedalaman laut. Ditemukan dengan cara mengebor batuan sedimen dan kerak bumi, bakteri ini hidup dengan cara memakan hasil residu dari jutaan tahun yang lalu.

Gurita Raksasa yang melegenda
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Tidak ada daftar penemuan bawah laut aneh yang lengkap tanpa binatang tentakel raksasa legenda. Diketahui dari mayat yang ditemukan oleh nelayan yang telah terdampar di pantai selama berabad-abad. Dan diperkirakan ini menjadi bukti adanya hewan yang memiliki ukuran lebih dari 40 meter panjangnya.
Pengamatan pertama dari cumi-cumi raksasa itu dinyatakan pada tahun 2001. Namun walau masih belum terdapat bukti otentik, beberapa orang meyakini adanya cumi-cumi legenda tersebut. Bagaimana menurut Anda

Hilangnya Empat Kapal Selam di Tahun 1968
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Pada tahun kelam ini empat kapal selam dari empat negara hilang tanpa jejak. Berbagai teori pernah diungkapkan namun tidak satupun yang dapat memberikan jawaban jelas bagaimana kapal USS Scorpion (Amerika Serikat), INS Darak (Israel), Minerve (Perancis), dan K-129 ( Uni Soviet) tersebut menghilang.

Leptochepalus Giganteus
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Hanya terdapat 2 belut dari spesies Leptochepalus giganteus yang pernah ditemukan dan keduanya masih berupa larva. Ditemukan di Pesisir Afrika Selatan dengan panjang 6 kaki dan yang satunya lagi yang hampir memasuki tingkat dewasa dengan panjang 21 meter atau 70 kaki. Bayangkan dengan ukuran yang sangat panjang tersebut mengingat belut ini masih berupa larva.
More aboutJejak Misteri Bawah Laut Part 1

Misteri Fosil Berusia 10.000 Tahun di Bawah Laut

Selasa, 18 Oktober 2016

Misteri Fosil Berusia 10.000 Tahun di Bawah Laut
Dari semua misteri di bawah laut yang ada, Atlantis masih jadi yang paling mencengangkan dan membuat banyak orang bingung. Tapi ternyata, masih ada misteri lain yang membuat banyak peneliti sulit untuk berkomentar.

Berada di sebuah goa dekat perairan Karibia, Yucatan Peninsula, Meksiko, sebuah tim peneliti tidak menyangka kalau mereka akan menemukan tulang belulang yang diduga berusia 10.000 tahun. Jika usianya sudah terkuak, berarti ini adalah penemuan tengkorak manusia Amerika tertua yang pernah ada.
Para penyelam ini awalnya hanya memeriksa sisa tengkorak binatang prasejarah yang berada di sebuah goa bawah laut. Hanya saja, mereka terkejut ketika beberapa tulang belulang manusia kuno ditemukan dekat dengan fosil hewan prasejarah tersebut.

Tengkorak manusia itu berada dekat dengan fosil Mastodon yang berukuran sekitar 6 meter lebih dan seekor beruang prasejarah. Para ahli paleontologi masih mempertanyakan bagaimana bisa letak ketiga tengkorak ini bisa berada dalam jarak yang cukup dekat dan kenapa mereka bisa berada dalam satu goa yang sama.
Para peneliti pun mulai mencoba untuk memecahkan penemuan tiga tengkorak yang cukup mengejutkan ini. Menurut para ahli, para manusia itu membunuh dan menjadikan Mastodon itu sebagai bahan makanan dan pakaian mereka.
Walau begitu, muncul teori yang mengungkapkan kalau keberadaan tiga fosil prasejarah yang saling berdekatan ini terjadi karena waktu yang terus bergerak dan menggeser posisi mereka sampai berada di satu goa yang sama. Tapi, para ahli sejarah sendiri masih belum bisa memastikan mana teori yang tepat dan usia dari fosil tersebut.
Diposkan oleh Riska Yanti di 17.23 
More aboutMisteri Fosil Berusia 10.000 Tahun di Bawah Laut

Piramida Indah di Bawah Laut yang Masih Menyisakan Misteri

Monumen Yonaguni adalah formasi bebatuan dasar laut yang terletak di sebelah selatan pulau Yonaguni, yang termasuk ke dalam wilayah Okinawa. Pulau ini memiliki luas 28, 88 kilometer persegi dengan populasi sekitar 1. 700 orang dan mempunyai suhu standar sekitar 23 derajat selsius.

Suatu hari di musim dingin tahun 1986, instruktur selam Kihachiro Aratake menyelami laut di pesisir Pulau Yonaguni. Ia ingin mencari posisi terbaik untuk mengamati hiu kepala martil (Sphyrna Mokarran). Alih-alih makhluk berkepala gepeng, ia justru menemukan hal yang lebih aneh. Sekitar 6 meter di bawah permukaan laut ia menemukan serangkaian monolit atau batuan besar, yang menurut Aratake, terlihat mirip undakan di sisi gunung.
Formasi persegi panjang raksasa itu memiliki sudut 90 derajat yang sempurna. Ada bagian dinding yang lurus, bentuk mirip tangga, juga kolom. Lalu, muncul lah perdebatan sengit: apakah situs tersebut terbentuk secara alami, batuan alami yang telah dimodifikasi, atau struktur buatan manusia seutuhnya.

Sejumlah ahli mengunjungi situs tersebut, mencoba menemukan petunjuk. Namun, hingga hari ini misteri itu belum terkuak. Awalnya sejumlah orang berpendapat, Monumen Yonaguni dibangun di area di atas laut sekitar 10 ribu tahun lalu. Lalu wilayah itu tenggelam ditelan lautan.

Jadi, apakah benar situs berjuluk ‘Japan’s Atlantis’ itu adalah peninggalan peradaban pra-glasial yang akhirnya karam? Meski masih menyisakan misteri dan keadaan lautnya sering terjadi badai, Monumen Yonaguni tidak luput dari incaran wisatawan mancanegara yang ingin melakukan scuba diving.


Selain menikmati kemegahan monumen Yonaguni, para penyelam juga bisa menikmati pemandangan alam bawah laut yang menakjubkan. Seperti tebing tebing curam bawah laut dan juga beragam fauna yang ada di dalamnya.

Pengunjung dapat melihat hewan hewan seperti ikan barakuda, tuna, penyu, bahkan disini juga terdapat kawanan hiu kepala martil dan hiu paus. Lokasi piramida berada di kedalaman 25 sampai 50 meter dibawah permukaan laut. Jika cuaca sedang buruk, kita tidak akan menemukan apa apa pada kedalaman 5 sampai 20 meter.
Biaya untuk melakukan diving adalah 12,000 yen untuk menyewa perahu dan 6,500 yen untuk menyewa perlengkapan selam lengkap. Untuk menjangkau tempat ini bisa dengan menggunakan pesawat menuju Yonaguni Airport dengan biaya sebesar 10,000 sampai 17,000 yen sekali jalan. Pilihan lainnya adalah menggunakan akses kapal dari Ishigaki dengan waktu tempuh 4 jam jika cuaca bagus dan biaya sekitar 3,460 sampai 6,580 yen sekali jalan.

Penginapan di Yonaguni pun beragam sesuai dengan fasilitas yang disediakan. Kisaran harga untuk penginapan mulai dari 4,500 sampai 15,000 yen per malam. Monumen Yonaguni cocok untuk kalian yang ingin berlibur sekaligus menggali sejarah serta misteri yang ada di dalamnya
More aboutPiramida Indah di Bawah Laut yang Masih Menyisakan Misteri

Misteri Bawah Laut yang Belum Terpecahkan

Fenomena Laut Susu

Sejumlah nelayan pernah melaporkan keadaan dimana laut tiba-tiba berubah warna menjadi putih, pucat, dan bercahaya. Para peneliti memang telah menemukan bahwa sejumlah bakteria di lautan akan bercahaya untuk menarik ikan calon inang mereka. Akan tetapi hingga sekarang peneliti masih belum mengetahui apa alasan mengapa tiba-tiba triliunan bakteri itu bercahaya di lautan.

Bekas Apollo 11
Pada bulan Maret 2013, CEO Amazon Jeff Bezos tampaknya memutuskan bahwa sudah waktunya untuk melakukan sesuatu yang benar-benar gila. Dan benar saja, ia pun memutuskan untuk mencari pesawat lepas landas Apollo 11 yang dulunya digunakan untuk pergi ke luar angkasa.
Dan benar saja, rongsokan itu telah berbaring di dasar laut sejak diluncurkan kerajinan pada tahun 1969. Artefak zaman modern itu ditemukan secara rahasia, dan tetap tertutup sampai mereka bisa diidentifikasi secara positif sebagai dari penerbangan legendaris. Kedua mesin dan bagian yang ditemukan saat ini sedang dipulihkan sebelum mereka akan dipajang di Kansas Cosmosphere dan Space Center.

Mariana Trench Mystery Shark
Palung Mariana adalah palung yang paling dalam yang pernah diketahui. Pada saat meneliti kehidupan bawah laut di titik paling dalam Suruga Bay, ilmuwan Jepang menaruh umpan untuk menarik perhatian makhluk laut. Sesuatu hal yang tidak mereka duga adalah hiu dengan ukuran kurang lebih 30 kaki akan muncul. Beberapa diantaranya mengatakan bahwa hiu itu adalah Hiu Sleeper Pasifik terbesar yang pernah ditemukan. Namun, beberapa diantara mereka juga mengatakan hal ini adalah bukti bahwa ikan zaman purba Megalodon masih ada.

Insiden di Shag Harbour

Sebuah UFO yang lampunya berkedip-kedip disaksikan orang jatuh di perairan Shag Harbour, Nova Scotia, Kanada. Laporan itu diselidiki oleh polisi sipil Kanada dan juga militer dari instansi Pemerintah Kanada dan Komite AS. Meski penyelidikan dan pencarian berlangsung amat intens, tidak ada satu pun bukti atau jejak-jejak UFO yang pernah ditemukan.

Satu Set Meriam Bajak Laut
Pada 1718, bajak laut legendaris yang dikenal sebagai Blackbeard harus kehilangan kapalnya setelah terdampar di perairan dangkal di lepas pantai Beaufort. Dan kapal yang pada akhirnya harus tenggelam itulah yang lantas menjadi sebuah misteri yang belum terungkap dari segi kisah maupun bukti otentik.
Hingga di tahun 2013 ini, North Carolina's Department of Cultural Resources terkejut dengan apa yang selama ini masih menjadi pertanyaan besar mereka. Yah satu set meriam yang berjumlah 20 buah ditemukan di dasar laut dengan berat 1000 kilogram. Dan kabarnya, sebelum dipamerkan, beberapa meriam ini akan diteliti dan dipulihkan hingga 2014 nanti.

Bloop
Bloop adalah suara yang terekam oleh NOAA (Merupakan badan ilmiah yang berfokus pada kondisi samudra dan atmosfer) di Samudra Pasifik. Namun, apa yang membuat suara ini unik adalah suara ini terdeteksi oleh stasiun monitor yang berjarak 3,100 mil jauhnya. Meskipun sekarang NOAA telah menyimpulkan bahwa suara tersebut berasal dari pecahnya gletser, namun ada pula ilmuwan yang masih percaya bahwa suara tersebut berasal dari makhluk laut yang sangat besar.

Segitiga Bermuda
Segitiga bermuda atau biasa juga disebut segitiga setan adalah sebuah wilayah lautan yang sangat terkenal akan kemisteriusannya. Terletak di Samudra Atlantik, lautan ini mengandung misteri yang sangat luar biasa terkenal. Beberapa diantaranya adalah menghilangnya kapal dan pesawat secara tiba-tiba di daerah ini dan sering dikaitkan dengan adanya aktivitas alien serta makhluk-makhluk mitologi dan juga berhubungan tentang adanya gerbang menuju dunia lain. Diketahui pula terdapat adanya piramid raksasa yang mungkin lebih besar dari piramid di Mesir. Beberapa penjelasan hilangnya kapal dan pesawat di daerah ini adalah muatan berlebihan, gas methana dan pusaran air, gempa laut serta gelombang besar, gravitasi, adanya pangkalan UFO, serta adanya lorong waktu.

Jalan Setapak Bimini

Bimini Road, kadang disebut juga Bimini Wall, merupakan formasi batuan bawah laut dekat pulau Bimini di Bahama. Formasi ini terdiri dari batu-batuan persegi panjang, poligon, kotak dan bentuk lain yang tidak beraturan, dan semua menyerupai sebuah jalan setapak, dinding, ataupun struktur lain buatan manusia. Beberapa berpikir bahwa ini adalah bukti dari Atlantis.
More aboutMisteri Bawah Laut yang Belum Terpecahkan

Misteri Lautan yang Membuat Kita Semua Tercengang

Misteri Lautan yang Membuat Kita Semua Tercengang
Terlalu banyak misteri yang kita tidak ketahui tentang lautan, diantaranya menimbulkan pertanyaan dan spekulasi tentang keberadaan makhluk lain di dunia ini. Dari binatang-binatang laut hingga kejadian-kejadian unik misterius yang akan menimbulkan banyak pertanyaan di benak kita. Berikut ini adalah "10 Misteri Lautan Yang Membuat Kita Semua Tercengang".

1. Fotosintesis Bawah Laut
Memang sinar matahari tidak dapat mencapai laut dalam, namun beberapa bakteri yang berada di dekat Hydrothermal Vent dapat memanfaatkan sinar merah dari hydrothermal vent tersebut untuk melakukan fotosintesis dan memproduksi makanan untuk dirinya sendiri. Para ilmuwan masih menyelidiki bagaimana hal ini dapat terjadi.

Hydrothermal Vent adalah retakan di permukaan planet yang secara geothermal memanaskan air.

2. Baltic Anomaly
Baltic anomaly adalah benda yang masih misterius dan belum teridentifikasi benda apakah itu. Benda ini ditemukan di Laut Baltic, beberapa orang mengatakan bahwa benda tersebut adalah artefak yang berasal dari zaman es atau merupakan alat anti-kapal selam milik NAZI. Anehnya alat-alat elektronik akan secara tiba-tiba berhenti berfungsi apabila berada 650 kaki (200 m) dari benda ini dan terdapat sinyal radio yang kuat yang berasal dari benda aneh ini.

3. Pesawat Yang Menghilang
Industri penerbangan dunia memiliki banyak sekali pengalaman tentang hilangnya pesawat yang sangat tiba-tiba. Seperti yang baru-baru ini terjadi adalah menghilangnya pesawat Malaysian Airlines MH370 jet. Juga hilangnya pesawat salah satu pioneer di dunia penerbangan yaitu Amelia Earhart yang juga menghilang secara misterius. Dia bersama co-pilot Fred Noonan menghilang di atas Samudra Pasifik pada tahun 1937. Jutaan dollar telah dikeluarkan untuk mencari keberadaannya namun tidak berhasil. Banyak rumor yang menyatakan bahwa pesawat tersebut kehabisan bahan bakar atau diserang oleh pasukan Jepang karena dianggap sebagai mata-mata.

4. Bakteri Lantai Bawah Laut
Kalian mungkin berpikir bahwa hewan mana yang dapat hidup di lantai bawah laut yang paling dasar. Namun, baru-baru ini ilmuwan menemukan bakteri yang hidup di kedalaman 1,000 kaki di kedalaman laut. Ditemukan dengan cara mengebor batuan sedimen dan kerak bumi, bakteri ini hidup dengan cara memakan hasil residu dari jutaan tahun yang lalu.

5. Leptochepalus Giganteus
Hanya terdapat 2 belut dari spesies Leptochepalus giganteus yang pernah ditemukan dan keduanya masih berupa larva. Ditemukan di Pesisir Afrika Selatan dengan panjang 6 kaki dan yang satunya lagi yang hampir memasuki tingkat dewasa dengan panjang 21 meter atau 70 kaki. Bayangkan dengan ukuran yang sangat panjang tersebut mengingat belut ini masih berupa larva.

More aboutMisteri Lautan yang Membuat Kita Semua Tercengang

Misteri Besar yang Tersembunyi di Dasar Samudra

Manusia menjelajahi angkasa untuk menyibak rahasia alam semesta dan mencari kehidupan lain di luar Bumi.

Namun sejatinya, masih banyak misteri yang belum terungkap dari planet kita, termasuk apa yang tersembunyi di hamparan air asin kebiruan -- yang memantulkan warna langit. Di dasar lautan, juga samudra.

Kurang lebih 71 persen luas Bumi berupa lautan, dan manusia baru menjelajahi kurang dari 10 persen. Sebanyak 90 persen sisanya masih antah berantah.

Di kedalaman berkilo-kilometer, laut bisa jadi menyajikan pemandangan yang tak pernah terbayangkan oleh manusia.

Berikut sembilan misteri besar yang tersembunyi di dasar samudra, seperti yang dikutip dari situs Listverse:

1. Makhluk Laut Misterius Berbentuk Gumpalan
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/

Sebuah video yang beredar baru-baru ini menunjukkan sesosok makhluk misterius yang berukuran besar, amorf alias tak jelas bentuknya, dan tubuhnya lebih mirip gumpalan -- yang mengapung di dekat sebuah rig pengeboran minyak.

Makhluk tersebut menarik perhatian banyak orang. Sejumlah pihak menduga, itu adalah spesies tak dikenal dari dasar laut.

Lainnya menyangka, itu adalah bukti keberadaan 'alien'.

Namun, tak lama kemudian, para ilmuwan menawarkan penjelasan ilmiah. Mereka mengatakan bahwa makhluk tersebut sama sekali tak misterius, melainkan seekor ubur-ubur raksasa.

Para ahli bahkan menunjukkan bukti bahwa makhluk itu berdenyut dan bergerak. Juga terlihat adanya organ reproduksi. Meski demikian, ilmuwan belum mengidentifikasi spesies tersebut.

Jawaban tersebut juga belum menyelesaikan teka-teki. Apalagi, tak ada ubur-ubur atau makhluk serupa yang ada di dekatnya.

Diduga, makhluk tersebut tinggal dekat rig selama beberapa waktu, ia bahkan memamerkan gonadnya.

Ada kemungkinan bahwa aktivitas pengeboran mengganggu ketenangan para penghuni laut, dan makhluk tersebut datang untuk menyelidikinya.

Apa yang dilakukannya juga bisa jadi adalah upaya untuk menakut-nakuti para 'pengganggu'.

2. Piramida 
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Ada kisah tentang piramida kristal aneh yang ditemukan di lautan, yang diduga berada di dekat Segitiga Bermuda. Konon, para ilmuwan mengetahuinya, tapi tak menelaah secara lebih dekat -- itu anggapan para penganut teori konspirasi.

Namun, kisah tentang piramida kristal di bawah laut terus bermunculan. Dan tak ada yang disertai bukti sahih.

Kisah bohong alias hoax itu asal usulnya bisa dilacak dari beberapa dekade lalu. Beredar kisah, ada bola raksasa ajaib yang ada di atasnya. Namun, sekali lagi, tak pernah ada bukti.

Ilmuwan terkemuka mengaku tak tahu menahu soal piramida itu. Namun, itu tak menghalangi orang-orang untuk percaya.

Sejumlah dari mereka bahkan yakin, ada kaitan piramida kristal itu dengan alien.

3. Makhluk Abadi
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Turritopsis nutricula adalah ubur-ubur laut kecil, ukurannya hanya 4-5 milimeter. Yang menarik dari spesies tersebut adalah ia tak bisa menua secara biologis. Menjalani 'kehidupan abadi' -- pengecualian ketika celaka atau dimangsa makhluk lain, mereka pasti mati.

Fakta mengejutkan ini diketahui setelah para ahli menemukan ledakan populasi spesies ini, dari penelitian yang melibatkan 4.000 Turritopsis nutricula.

Spesies ini mampu kembali dari tahap seksual dewasa ke tahap larva. Umumnya, ubur-ubur akan mati setelah selesai bereproduksi.

Setelah dewasa dan kawin, ubur-ubur tersebut dapat memutar ulang siklus biologisnya, meregenerasi seluruh sel tubuhnya, dan menjadi muda lagi. Proses regenerasi sel semacam ini disebut transdiferensiasi -- sel yang mencapai tahap tertentu dapat berubah menjadi sel lain yang lebih baru dan muda.

Sejumlah ilmuwan skeptis bahwa ada jawaban dari misteri kehidupan abadi tersebut. Namun, yang lain menganggap, manusia bisa belajar dari makhluk tersebut -- untuk melawan penyebaran kanker misalnya.

4. Atlantis, Fakta atau Hoax
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Banyak teori liar beredar tentang Atlantis. Yang masuk akal hingga yang tak bisa diterima nalar.

Mereka yang percaya yakin, Atlantis berada di Segitiga Bermuda -- meski dalam dialognya 'Timaeus dan Critias' Plato sama sekali tak menyebut lokasi itu.

Ada juga yang percaya, Atlantis hingga kini masih lestari, dilindungi kubah dalam air.

Sejarawan, Bettany Hughes menyelidiki mitos kuno Atlantis. Ia berpendapat, Plato mungkin mendapatkan ide dari suatu tempat.

Pulau dekat Yunani kuno yang dikenal sebagai Santorini dulu dikenal sebagai Pulau Thera. Orang-orang yang tinggal di sana adalah pedagang sangat terampil, yang memanfaatkan posisi geografis mereka yang dekat dengan tiga benua.

Tak heran, mereka sangat kaya dan makmur. Sayangnya, penduduk Theran tidak tahu mereka tinggal tepat di atas gunung berapi.

Gunung itu meletus pada 1620 SM, ledakannya cukup besar sehingga dampaknya dirasakan hampir seluruh dunia. Plato hampir pasti mengetahui soal itu.

Thera yang indah luluh lantak. Puing dan isinya terawetkan oleh abu, mirip yang terjadi pada Pompeii. Kisah kehancurannya mungkin menjadi inspirasi Plato.

Sepanjang sejarah manusia, sulit untuk memastikan berapa peradaban atau kota besar yang binasa dalam semalam oleh bencana alam.

5. Putri Duyung
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Ini mungkin penjelasan ilmiah untuk legenda putri duyung: Pelaut berada di tengah air dalam waktu yang lama, kesepian, kadang-kadang mabuk. Kondisi itu berpotensi besar menimbulkan halusinasi visual. Bisa jadi, para kelasi melihat lembu laut atau manatee sebagai putri duyung.

Namun, laut adalah tempat yang sangat besar dan hanya secuil yang sudah dijelajahi manusia. Pertanyaannya, mungkinkah ada makhluk mirip manusia yang tersembunyi di lautan.

Salah satu lembaga pemerintah Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric  Administration (NOAA), yang mengurusi soal lingkungan semisal tsunami dan badai pernah mengunggah artikel menarik dan tak biasa: tentang putri duyung.

"Keyakinan tentang eksistensi putri duyung telah muncul sejak awal keberadaan manusia. Sosok perempuan magis itu muncul kali pertamanya dalam lukisan gua di akhir periode Paleotitik (Zaman Batu) sekitar 30.000 tahun lalu, saat manusia modern mendominasi daratan, dan mungkin, mulai mengarungi samudra," demikian menurut NOAA, seperti dimuat Discovery.com.

Makhluk setengah manusia, chimera, juga kerap disebut dalam mitologi. Selain putri duyung, ada juga centaur, bijak, satir liar, dan minotaur -- manusia berkepala banteng, yang mengerikan. Dan banyak lagi. "Tapi, apakah putri duyung nyata? Tak ada bukti makhluk air itu pernah ditemukan," kata NOAA, dalam situsnya.

More aboutMisteri Besar yang Tersembunyi di Dasar Samudra

Fakta Unik yang Tersembunyi Dibalik Misteri Segitiga Bermuda

Apa yang muncul dalam pikiran kamu kalau mendengar tentang Segitiga Bermuda? Pasti kamu terbayang berbagai peristiwa jatuhnya pesawat atau hilangnya kapal laut. Nggak heran, sih, Segitiga Bermuda memang dikenal sering memakan korban. Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab kejadian-kejadian tersebut, tapi ada beberapa fakta yang mungkin bisa bantu kamu untuk memahami misteri segitiga bemuda.

Kuburan Kapal di Dasar Laut
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Kamu pasti tahu, dong, kalau udah banyak kejadian kapal laut yang mendadak hilang di segitiga bermuda? Segitiga bermuda juga disebut sebagai kuburan bagi para kapal karena ada lebih dari 300 bangkai kapal di dasar lautnya. Saking banyaknya, para penyelam bisa berenang di antara kapal-kapal karam tersebut. Salah satu bangkai kapal yang ditemukan adalah Cristobal Calon, kapal yang kandas pada tahun 1936 dalam rute perjalanan New York ke Amerika Tengah.

Gas Metana
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Pada tahun 1981, Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat mengeluarkan teori ilmiah tentang adanya gas metana di wilayah segitiga bermuda. Itulah kenapa banyak pesawat terbang dan kapal laut yang lenyap secara misterius. Katanya, gelembung gas metana yang muncul di permukaan air bisa menurunkan gaya apung di lautan. Kapal-kapal pun nggak bisa mengambang dan jadi tenggelam ke dasar laut.

Human Error
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Meski dikenal dengan reputasinya yang menakutkan, Segitiga Bermuda tetap menjadi bagian dari jalur lintas bagi kapal dan pesawat yang melintasi wilayah tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi di Segitiga Bermuda sebenarnya merupakan kesalahan manusia sendiri, ditambah dengan cuaca yang buruk. Bahkan, sebetulnya jumlah peristiwa yang terjadi di Segitiga Bermuda sama aja dengan daerah-daerah lain.
More aboutFakta Unik yang Tersembunyi Dibalik Misteri Segitiga Bermuda

Misteri Asal – Usul Kehidupan Dari Bawah Laut

http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/

Banyak ilmuwan terus menggali darimana asal usul kehidupan di Bumi, dan beberapa teori berpendapat asal mula kehidupan di Bumi dimulai sekitar 3,8 miliar tahun yang lalu. Tetapi semua teori yang pernah tercetus masih dalam perdebatan, khususnya dalam memecahkan bagaimana awal kehidupan dimulai.

Misteri Asal - Usul Kehidupan dari Bawah LautBenarkah asal-usul kehidupan dari bawah laut?
Salah satu kemungkinan terbesar disebabkan reaksi metabolisme sederhana yang muncul didekat dasar laut kuno yang bersuhu hangat. Lingkungan ini dianggap sebagai lompatan materi non-hidup menjadi makhluk hidup dan terus berkembang selama miliaran tahun.

Hal ini berdasarkan penelitian tim ilmuwan asal Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI), penelitian pertama yang menguji asumsi dasar hipotesis keberadaan metabolisme pertama di dunia, sehingga bisa menjadi titik fokus untuk membuktikan asal usul kehidupan di planet lain.

Ada teori lain yang menyebutkan bahwa asal usul kehidupan di Bumi berasal dari luar angkasa, diantaranya hipotesis jatuhnya komet atau meteor ke Bumi mungkin telah membawa kehidupan mikroba. Dari sini juga sering terdengar asal usul materi genetik pertama atau dikenal sebagai hipotesis RNA. Tapi, bagaimana jika kehidupan disekitar kita berasal dari lingkungan di Bumi sendiri?

Dalam sejarah penelitian, ditahun 1977 para ilmuwan menemukan komunitas biologis tak terduga yang berada di sekitar lubang hidrotermal dasar laut. Sebuah tempat yang jauh dari sinar matahari dan berkembang dalam lingkungan kimia kaya hidrogen, karbon dioksida, dan belerang, yang dimuntahkan dari Geyser.
Di sinilah asal usul seluruh kehidupan di Bumi dari lingkungan hidrotermal dilengkapi materi yang dibutuhkan untuk kehidupan mikroba pertama.

Senyawa karbon mengandung sulfur sederhana yang disebut Methanethiol, prekusor biologi enzim Acetyl juga terdapat dalam tubuh manusia. Ilmuwan menduga bahwa Methanethiol bisa menjadi ‘zat awal’ yang membentuk kehidupan metobolisme hingga makhluk berbentuk fisik.

Karbon dioksida, hidrogen, sulfida dan bahan umum dalam cairan hidrotermal biasanya berupa asap hitam. Ilmuwan berpendapat, menciptakan methanethiol dari materi di lubang hidrotermal dasar laut seharusnya merupakan proses yang mudah.

Untuk menganalisis hipotesis ini, ilmuwan langsung menguji sebuah lubang hidrotermal dimana lingkungan itu diperkirakan kaya methanethiol. Sampel cairan hidrotermal diambil dari 38 lingkungan berbeda termasuk Mid-Atlantic Ridge, Guaymas Basin, East Pacific Rise, Mid-Cayman Rise, selama tahun 2008 dan 2012.

Tetapi anehnya, dalam lingkungan rendah hidrogen mereka menemukan methanethiol lebih banyak daripada dugaan sebelumnya, sangat bertentangan dengan teori yang seharusnya menciptakan methanethiol.

Hal ini menandakan bahwa ‘metabolisme pertama’ telah bereaksi pada sistem hidrotermal awal yang kaya hidrogen melalui kimia karbon, kemungkinan belerang sangat sulit ditemukan miliaran tahun lalu.

Methanethiol terbentuk dalam cairan suhu rendah dibawah sekitar 200 derajat Celcius, dimana cairan hitam panas bercampur dengan air laut dingin dibawah dasar laut. Munculnya zat lain dalam cairan hitam tersebut diantaranya amonia, zat ini ternyata memanaskan bahan organik mikroba yang tersedia.

Suhu bawah laut pada waktu itu terlalu panas sehingga menyebabkan produksi methanethiol dalam jumlah sangat besar.

Menurut Reeves, mereka sangat setuju bahwa lingkungan hodrotermal masih dianggap sebagai tempat yang sangat menguntungkan bagi kehidupan spesis baru ataupun sangat sempurna mendukung kehidupan awal di Bumi.

Jutaan tahun lalu berbagai spesis lautan dimusnahkan dalam kepunahan massal terbesar dunia, tetapi bukan tidak mungkin akan ada spesis baru muncul dari bawah laut karena methanethiol terus berproduksi sampai saat ini.
More aboutMisteri Asal – Usul Kehidupan Dari Bawah Laut

Akankah Misteri Bawa Laut Segitiga Bermuda Terpecahkan?


http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/
Ilmuwan asal Norwegia mengklaim, selangkah lagi mereka akan berhasil memecahkan misteri hilangnya ratusan pesawat terbang dan kapal laut di Segitiga Bermuda.

Hal tersebut diungkapkan setelah adanya penemuan serangkaian kawah bawah laut di dasar Laut Barents, di lepas pantai Norwegia.

Meskipun tidak berada dekat dengan Segitiga Bermuda yang membentang dari Florida ke Puerto Rico dan Pulau Atlantik, para ilmuwan berharap, kawah tersebut akan menjadi kunci untuk menjelaskan fenomena membingungkan selama ratusan tahun ini.

Kawah, yang memiliki lebar 800 meter dan kedalaman 45 meter, diyakini telah diciptakan oleh ledakan gelembung besar metana di sedimen dasar laut dari lepas pantai Norwegia yang kaya gas.

"Beberapa kawah raksasa ditemukan di dasar Laut Barents dan mungkin disebabkan oleh ledakan besar gas," kata peneliti dari Arctic Universitas Norwegia, seperti yang dilansir News.com.au pada 14 Maret 2016.

Para ilmuwan memiliki teori bahwa hal serupa mungkin terjadi di Segitiga Bermuda dan sekarang melihat apakah gelembung-gelembung gas besar meledak, mungkin cukup untuk menenggelamkan kapal.

Rincian lebih lanjut dari penemuan tersebut akan dirilis pada pertemuan tahunan Geosciences Uni Eropa bulan depan. Di situ, para ahli akan menganalisis apakah gelembung semacam ini bisa menempatkan kapal-kapal dalam bahaya.

Sebelumnya, teori serupa telah dikatakan oleh para ahli pada 2010. Profesor Joseph Monaghan meneliti hipotesis itu ditemani David May di Monash University, Melbourne, Australia.

Mereka mengatakan balon-balon raksasa gas metana keluar dari dasar laut yang menyebabkan sebagian besar--tidak semua, kecelakaan misterius di lokasi itu terjadi.

Ilmuwan Rusia pada 2014 juga melontarkan hal yang sama. Ilmuwan Rusia, Igor Yeltsov, mengatakan gas metan dalam jumlah masif yang terlepas di langit Segitiga Bermuda dapat membuat lapisan udara sangat tidak stabil. Karenanya, bukan hal yang mustahil bila pesawat-pesawat banyak yang jatuh di area itu.

Segitiga Bermuda, yang juga dikenal sebagai Segitiga Setan, dilaporkan telah membuat banyak kapal dan pesawat menghilang secara misterius sejak lama. Perihal kehilangan dilaporkan terjadi sejak 1851. Diperkirakan hingga kini 8.127 orang telah hilang di Segitiga Bermuda.

Landasan laut ini memiliki banyak anomali magnetik yang dapat menyesatkan pembacaan kompas. Stok gas metana beku yang masif di dasar laut dangkal tersebut bisa meledak dengan kuat dan semburan gas metananya mampu menenggelamkan kapal besar.

Perairan ini juga rentan terhadap waterspouts, yakni putaran angin yang menyedot air dari laut menuju awan. Kecepatan angin beliung ini bisa mencapai lebih dari 190 kilometer per jam dan umumnya terjadi selama musim panas. Saat musim panas, mungkin ada 400-500 waterspouts setiap tahun.

Ada juga berbagai laporan penampakan UFO di Segitiga Bermuda. Seorang veteran Angkatan Laut Amerika Serikat mengklaim melihat lima UFO pada musim panas 1971.
More aboutAkankah Misteri Bawa Laut Segitiga Bermuda Terpecahkan?

Misteri Kehidupan Di Laut Dalam

Misteri Kehidupan Di Laut Dalam

Kebanyakan orang yang akrab dengan lautan hanya mengetahui kehidupan di zona intertidal, 
yang masih berbatasan dengan daratan, dan zona epipelagic, zona bagian atas di laut terbuka 
yang disinari matahari. Meskipun zona ini mengandung kehidupan laut yang berlimpah, namun itu 
hanya sebagian kecil dari bioma laut yang ada. Pada kenyataannya, sebagian besar dari laut adalah 
daerah yang gelap, dingin, dan dalam. Penting untuk diketahui bahwa fotosintesis hanya terjadi 
pada kedalaman 100 - 200 m di bawah permukaan laut, dan sinar matahari mulai hilang sama sekali 
pada kedalaman 1.000 m atau kurang; sedangkan kedalaman maksimum laut adalah 11.000 m di 

Palung Mariana

Laut dalam merupakan daerah yang tidak pernah diungkapkan dan dijelajahi. Orang banyak 
mengeksplorasi ke luar angkasa dari pada ke bawah laut. Itulah sebabnya banyak yang tidak 
meng etahui keajaiban-keajaiban yang ada dilaut.

Di tahun 1960, Bathyscaphe Trieste menuju ke dasar dari Palung Mariana dekat Guam, pada 
kedalaman 35.798 kaki (10.911 m), titik terdalam di bumi. Jika Gunung Everest ditenggelamkan, 
maka puncaknya akan berada lebih dari satu mil dari permukaan. Pada kedalaman ini, ikan kecil 
mirip flounder terlihat.

Kapal selam penelitian Jepang, Kaiko, adalah satu-satunya yang dapat menjangkau kedalaman ini, 
dan lalu hilang di tahun 2003.
Hingga tahun 1970, hanya sedikit yang diketahui tentang kemungkinan adanya kehidupan pada 
laut dalam. Namun penemuan koloni udang dan organisme lainnya di sekitar hydrothermal vents 
mengubah pandangan itu. Organisme-organisme tersebut hidup dalam keadaan anaerobik dan 
tanpa cahaya pada keadaan kadar garam yang tinggi dan temperatur 149 derajat C. Mereka 
menggantungkan hidup mereka pada hidrogen sulfida, yang sangat beracun pada kehidupan di 
daratan. Penemuan revolusioner tentang kehidupan tanpa cahaya dan oksigen ini meningkatkan 
kemungkinan akan adanya kehidupan di tempat lain di alam semesta ini.

Zona Intertidal
Zona Epilpeagic

Baru-baru ini seorang ilmuan asal Denmark yaitu mengungkap temuan kehidupan 
mikroorganisme di dasar laut terdalam di dunia. Tepat 11 kilometer di bawah permukaan laut, 
ilmuwan asal Denmark menemukan kehidupan mikroorganisme tersebut. Bakteri tersebut 
ditemukan di Palung Mariana. Palung Mariana merupakan jurang dalam di dasar laut yang cukup 
untuk menelan seluruh gunung everest. Bakteri ini pulih dari sedimen lumpur pada titik di bawah 
pusat barat Samudera Pasifik yang dinamakan Challenger Deep di Mariana Trench. Ahli biologi 
kelautan mengatakan, mereka terkejut menemukan bentuk kehidupan mikroba dari benda mati 
dan membusuk yang tenggelam ke bagian terdalam di dasar laut.

Diketahui bahwa dasar laut memiliki tekanan seribu kali lipat lebih besar ketimbang tekanan di 
permukaan laut. "Mikroba ini mungkin sebenarnya makhluk hidup yang paling dekat dengan inti 
Bumi, " ujar Profesor Ronnie Glud dari University of Southern Denmark. Ia mengatakan bahwa 
ilmuwan berharap untuk dapat mengetahui lebih detail mengenai mikroba unik tersebut. "Apa 
yang benar-benar mengejutkan kami ialah bahwa kami telah melihat bakteri yang mampu 
beroperasi secara efisien di kedalaman (dasar laut) tersebut," tuturnya. Ilmuwan menjelaskan 
bahwa mikroba ini memakan aliran konstan dari bahan organik yang tenggelam ke dasar laut di 
Samudera Pasifik. Dengan demikian, mikroba ini memainkan peran penting dalam siklus karbon 
global terkait jumlah karbon dioksida yang beredar di atmosfer Bumi.
More aboutMisteri Kehidupan Di Laut Dalam

Misteri 'Dunia Lain' di Bawah Laut Segitiga Bermuda Terungkap?

Misteri 'Dunia Lain' di Bawah Laut Segitiga Bermuda Terungkap?
http://kehidupandibawahlaut.blogspot.com/

Berbagai keanehan yang terjadi di Segitiga Bermuda masih menjadi misteri. Para peneliti terus berusaha mencari jawabannya, namun tidak berhasil. Kini, mulai ditemukan titik terang.

Wilayah Segitiga Bermuda terletak kira-kira di antara Miami (Amerika Serikat), Puerto Rico dan Bermuda. Sejak tahun 1851, di kawasan tersebut kerap dilaporkan sejumlah peristiwa misterius. Mulai dari kapal hilang, pesawat hilang, gangguan penerbangan, dan lain-lain. Kasus orang hilang saat berada di kapal yang melintasi wilayah ini juga pernah dilaporkan.

International Business Times menyebut, setidaknya ada 8.127 orang yang hilang di kawasan Segitiga Bermuda. Angka itu dihitung sejak abad ke-19. Belum jelas bagaimana perincian peristiwanya.

Peristiwa yang paling heboh adalah hilangnya lima pesawat perang milik AS Flight 19Â yang membawa torpedo pada Desember 1945 lalu. Pesawat itu tengah menjalani latihan dan terbang di sekitar Bermuda, lalu tiba-tiba hilang dari radar. Tak ada kabar dari pesawat itu. Pencarian besar-besaran dilakukan, tapi pesawat lenyap tak berbekas. Dugaan sementara, pesawat kehabisan bahan bakar dan jatuh ke lautan. Namun serpihan atau jenazahnya tak pernah benar-benar ditemukan.

Tak hanya Flight 19 saja, berlanjut setelah tahun 1945 itu, sebuah pesawat berpenumpang 32 orang juga lenyap misterius kala melintas di Segitiga Bermuda. Ke mana pesawat-pesawat itu menghilang, masih menjadi misteri.

Bertahun-tahun, spekulasi bermunculan soal fenomena di Segitiga Bermuda. Ada yang mengaitkannya dengan peristiwa alam, fenomena gaib, makhluk misterius, sampai alien. Semua yang mengemukakan teori itu punya argumen dan bukti tersendiri. Namun tak ada yang benar-benar diakui secara global.

Kini, ada kabar baik dari para peneliti di Arctic Unversity Norwegia. Mereka mengklaim ada temuan signifikan tentang fenomena di bawah laut Segitiga Bermuda. Pakar-pakar di sana menyebut ada beberapa kawah atau kubangan berbentuk mangkuk raksasa di dasar lautan, tepatnya di Laut Barents, Arktik atau di wilayah utara Norwegia dan Rusia.

Kawah-kawah di dasar laut tersebut menandakan telah terjadi ledakan besar gas metan. Dalamnya bisa mencapai 150 kaki dan lebar setengah mil. Ledakan bisa dipicu oleh kebocoran minyak dan gas yang terkubur di dasar laut. Selama dua tahun terakhir, para peneliti sudah mendokumentasikan kemunculan gas metan dari dasar laut di perairan Washington dan Oregon. Di kawasan Siberia juga ditemukan lubang-lubang kawah.

Detail soal temuan ini rencananya akan disampaikan pada pertemuan Peneliti Geo Sains Eropa di Wina, Austria, 17-22 April mendatang. Salah satu topik yang dibahas adalah pengaruh ledakan gas metan terhadap perjalanan kapal.

Meski begitu, penelitian ini belum tentu bisa menjawab keseluruhan misteri di Segitiga Bermuda. Guardian melansir, kawah di dasar laut itu tidak akan memberi jawaban soal pesawat-pesawat yang hilang misterius di udara. Tak hanya itu, kasus hilangnya kapal di Bermuda juga tak sepele. Sebab, ada orang-orang yang hilang dari atas kapal, namun bukan seisi kapa
More aboutMisteri 'Dunia Lain' di Bawah Laut Segitiga Bermuda Terungkap?